Hari Ini, Pondok Pesantren Hidayatullah Timika Melangsungkan Pernikahan Massal Mubarakah
Hidayatullah, Timika - Pernikahan massal mubarakah 10 pasang dai daiyah berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatullah Timika, Sabtu (14/7/2018). "Pernikahan serupa apabila dilakukan di Hidayatullah Pusat Gunung Tembak dan Sulawesi – Jawa sudah merupakan hal yang biasa. Akan tetapi, apabila pernikahan massal dilakukan di Timika, ini bukan hal biasa karena baru dilakukan pertama kali dan mencapai 10 pasang santri santriwati Hidayatullah. Ini adalah syiar besar dan memberi kemudahan kepada para santri, dai daiyah untuk berumah tangga.", demikian sambutan K.H. Muhammad Amin, Ketua Umum MUI Kabupaten Timika.
Pernikahan massal yang menjadi kultur Hidayatullah didesain sederhana dengan pelaksanaan sesuai sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Pendidikan para calon, proses perjodohan, ijab qabul dan pelaksanaan walimatul ursy atau pesta pernikahan dilakukan sesuai contoh dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Pernikahan barakah ini tidak diawali dengan pacaran serta tidak ada tawar menawar uang panai dan mahar.
"Pernikahan ini sederhana, namun penuh pembelajaran. Misalnya, masalah uang panai sangat membantu karena pernikahan 10 pasang ini hanya menghabiskan dana senilai 50 juta saja. Apabila dibandingkan dengan pernikahan pada umumnya sekarang, 50 juta hanya untuk uang panai 1 pasang saja. Sehingga pernikahan massal ini luar biasa irit dan besar nilai barakahnya.", lanjut K.H. Muhammad Amin.
Ketua Umum DPP Hidayatullah Dr. Nashirul Haq dalam nasehatnya menyampaikan bahwa pernikahan massal penuh barakah ini adalah pernikahan suci sesuai sunnah, pernikahan perjuangan untuk menegakkan peradaban Islam. Makna lebih jauh dari pernikahan ini adalah untuk membangun keluarga pejuang. Mereka yang menikah ini adalah para dai dan guru yang akan ditugaskan di medan dakwah yang jauh. Hal ini adalah salah satu pola dakwah Hidayatullah, sebagaimana pernikahan massal sebelumnya dengan jumlah mencapai ribuan orang sudah bertugas di seluruh Indonesia.
"Pernikahan massal yang pertama kali diadakan di Timika ini dilaksanakan dengan keterlibatan semua pihak. Hal yang paling terasa adalah dukungan para wali mempelai yang memberi kemudahan dalam proses perjodohan dan walimatul ursy putra putri mereka. Demikian pula keterlibatan langsung ketua MUI menjadi spirit tersendiri bagi panitia BKMT dan keluarga besar Pondok Pesantren Hudayatullah Timika.", demikian jelas Ustadz Syakir, ketua pelaksana pernikahan barakah kali ini.
Kegiatan di SMP Annajaah IBS Hidayatullah Kobi